Dampak Pembangunan Kawasan Industri Terhadap Output,
Penyerapan Tenaga Kerja, Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan Rumah Tangga di
Provinsi Jawa Barat
Pembangunan sektor industri diharapkan mampu memberikan
kontribusi yang besar terhadap pembangunan nasional baik dari aspek ekonomi,
sosial, budaya maupun politik. Di lain pihak pembangunan ekonomi, sosial,
budaya dan politik berpengaruh pada pembangunan industri. Pembangunan ekonomi
nasional adalah sebuah sistem. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan sektor
industri dalam jangka panjang bukan hanya ditujukan untuk mengatasi
permasalahan pada sektor industri saja, tetapi juga sekaligus harus mampu
mengatasi permasalahan ekonomi secara nasional. Permasalahan tersebut antara
lain rendahnya pertumbuhan ekonomi, terbatasnya infrastruktur, terjadinya
ketimpangan pendapatan dan tingginya angka pengangguran serta kemiskinan.
Permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan ekonomi tersebut
merupakan sebuah titik tolak dalam rangka mempercepat proses industrialisasi.
Dalam konteks ini, pembangunan sektor industri memerlukan arahan dan kebijakan
yang jelas, di mana salah satu kebijakan tersebut adalah menarik investasi
industri dengan menyediakan lokasi berupa kawasan industri. Penelitian ini
difokuskan pada arah kebijakan pembangunan industri tersebut. Kawasan industri
merupakan kawasan yang berada di atas lahan satu hamparan yang dilengkapi
dengan berbagai sarana dan prasarana baik berupa infrastruktur dasar maupun
infrastruktur penunjang yang akan digunakan oleh perusahaan industri secara
bersama-sama dan dikelola oleh suatu perusahaan yang memiliki izin usaha
kawasan industri. Penelitian ini bertujuan menganalisis efek pengganda
pembangunan kawasan industri terhadap pendapatan faktor produksi, pendapatan
rumah tangga, dan pendapatan sektor-sektor produksi lainnya serta menganalisis
dampak kebijakan pembangunan kawasan industri terhadap output, penyerapan
tenaga kerja, distribusi pendapatan, dan kemisikinan rumah tangga di Provinsi
Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan 4
(empat) faktor utama dalam pembangunan industri di suatu wilayah, yaitu: (1)
Jenis industri (padat karya, padat modal, berbasis sumber daya), (2) Lokasi
perusahaan industri (kawasan industri/luar kawasan industri), (3) Karasteristik
khusus suatu wilayah, dan (4) Capaian terhadap indikator-indikator ekonomi
regional (pertumbuhan, distribusi pendapatan, dan kemiskinan). Metode analisis
yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian tersebut adalah metode analisis
Social Accounting Matrix (SAM) yang terdiri dari analisis efek pengganda,
analisis keterkaitan, analisis jalur struktural dan analisis simulasi
kebijakan. Hasil analisis efek pengganda menunjukkan bahwa kebijakan
pembangunan kawasan industri melalui peningkatan investasi sektor industri
pengolahan memberi dampak terhadap peningkatan nilai tambah faktor produksi
modal dan tenaga kerja. Nilai efek pengganda terhadap pendapatan faktor
produksi lebih besar di kawasan industri dibandingkan dengan di luar kawasan
industri. Kondisi ini diperkuat dengan hasil analisis jalur struktural yang
menggambarkan bahwa jalur transmisi yang dominan dari sektor industri
pengolahan di kawasan industri ke rumah tangga adalah jalur dari sektor
industri pengolahan ke faktor produksi modal dan ke rumah tangga berpendapatan
tinggi di perkotaan. Sementara itu, sektor industri pengolahan yang berlokasi
di dalam kawasan industri di Provinsi Jawa Barat memberikan nilai efek
pengganda terhadap pendapatan sektor produksi lainnya relatif lebih kecil secara
kumulatif dibandingkan dengan industri pengolahan di luar kawasan industri.
Kondisi ini disebabkan oleh keterkaitan industri pengolahan yang berlokasi di
kawasan industri di Provinsi Jawa Barat dengan sektor lainnya masih relatif
lemah, dimana dalam satu kawasan industri terdiri dari berbagai jenis
perusahaan industri yang tidak dalam satu mata rantai produksi. Kebijakan
pembangunan kawasan industri berupa stimulus ekonomi melalui peningkatan
investasi sebesar 18 persen akan meningkatkan output perekonomian, meningkatkan
penyerapan tenaga kerja pada semua sektor, meningkatkan pendapatan pada semua
golongan rumah tangga dan mengurangi tingkat kemiskinan rumah tangga di
Provinsi Jawa Barat. Namun demikian, peningkatan indikator ekonomi regional
tersebut tidak diiringi dengan pengurangan tingkat ketimpangan pendapatan rumah
tangga, dimana dampak kebijakan peningkatan investasi di sektor industri
pengolahan baik yang berlokasi di kawasan industri maupun di luar kawasan
industri akan meningkatkan ketimpangan pendapatan antar golongan rumah tangga
di Provinsi Jawa Barat. Salah satu faktor penyebabnya adalah adanya perbedaan
kepemilikan faktor produksi dan sumber daya, dimana kawasan industri merupakan
sektor yang faktor produksi dan sumber dayanya dominan dimiliki dan dikuasai
oleh rumah tangga berpendapatan tinggi di wilayah perkotaan. Berdasarkan hasil
penelitian ini, maka beberapa kebijakan yang dapat ditetapkan oleh pemerintah
dalam rangka mengembangkan kawasan industri yang dapat mendorong pertumbuhan
perekonomian wilayah, penyediaan lapangan kerja yang luas, dan mengurangi
ketimpangan pendapatan antargolongan rumah tangga serta mengurangi tingkat
kemiskinan rumah tangga antara lain: kebijakan pembangunan kawasan industri
diarahkan pada pendekatan klaster industri melalui pengintegrasian
kegiatan-kegiatan industri pada sepanjang rantai nilai dalam satu kawasan
industri dan peningkatan peran pemerintah dalam pembangunan kawasan industri
bukan hanya sebagai katalis dan fasilitator tetapi juga menjadi eksekutor dalam
hal pembangunan kawasan industri pada suatu wilayah yang layak secara ekonomi
tapi tidak layak secara finansial. Khusus untuk wilayah hinterland, perlu
dibangun proyek-proyek fisik yang mampu menciptakan keunggulan bersaing melalui
pembangunan Sentra IKM yang berbasis sumber daya lokal.
Sumber : https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/92283
Tidak ada komentar:
Posting Komentar