Kamis, 23 Mei 2019

TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA



KABUPATEN SLEMAN

Kabupaten Sleman adalah sebuah kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Ibukota kabupaten ini adalah Sleman. Sleman dikenal sebagai asal buah salak pondoh. Berbagai perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta sebenarnya secara administratif terletak di wilayah kabupaten ini, di antaranya Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta.  Secara Geografis letak wilayah Kabupaten Sleman terletak diantara 110° 33′ 00″ dan 110° 13′ 00″ Bujur Timur, 7° 34′ 51″ dan 7° 47′ 30″ Lintang Selatan. Wilayah Kabupaten Sleman sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo, Propinsi DIY dan Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah dan sebelah selatan berbatasan dengan Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi D.I.Yogyakarta. Luas Wilayah Kabupaten Sleman adalah 57.482 Ha atau 574,82 Km2 atau sekitar 18% dari luas Propinsi Daerah Istimewa Jogjakarta 3.185,80 Km2,dengan jarak terjauh Utara – Selatan 32 Km,Timur – Barat 35 Km. Secara administratif terdiri 17 wilayah Kecamatan, 86 Desa, dan 1.212 Dusun.

Komposisi Penduduk
Jumlah penduduk pada tahun 2011 tercatat sebanyak 1.125.369 jiwa. Penduduk laki-laki berjumlah 559.302  jiwa (49,70%), perempuan 566.067 jiwa (50,30%) dengan pertumbuhan penduduk sebesar 0,73% dengan  jumlah Kepala Keluarga sebanyak 305.376. Penduduk Kabupaten Sleman sebagian besar berada pada rentang usia produktif 15-60 tahun. Pada tahun 2011 sumber mata pencaharian penduduk Kabupaten Sleman terbesar  bergerak di sektor pertanian  yakni sebanyak 28,26%, sektor jasa sebanyak 24,39%, sektor pertambangan dan penggalian sebanyak 2,47%, sektor industri sebanyak 11,24%, sektor listrik, gas, dan air sebanyak 2,06%, sektor bangunan sebanyak 11,47%, sektor perdagangan sebanyak 10,53%, sektor keuangan sebanyak 4,8%, dan sisanya bekerja di sektor angkutan dan komunikasi.
Lingkungan Hidup
Luas Hutan Rakyat di Kabupaten Sleman pada tahun 2009 mengalami peningkatan dan pengurangan lahan sangat kritis. Untuk mengurangi masalah tersebut pemerintah melakukan penanaman perindang jalan 5.000 batang. Hasil produksi kehutanan adalah kayu bundar, kayu olahan, bambu, dan madu. Pembangunan taman kota meningkat pada tahun 2008 dan 2009.Di Kabupaten Sleman dapat dipertahankan perlindungan terhadap 138 mata air. Telah dibangun 105 unitinstalasi biogas limbah ternak dan terdapat tempat pengelolaan sampah padat terdapat 1 TPA bersama.
Pertanian dan Perikanan
Hasil Pertanian, Perkebunan, dan Ternak
Pembangunan pertanian pada tahun 2011 mampu mendukung produksi tanaman pangan berupa padi untuk pemenuhan kebutuhan beras di Kabupaten Sleman dan kabupaten lain di Provinsi DIY. Sementara produksi beberapa tanaman pangan lainnya mengalami penurunan karena terjadinya fenomena perubahan iklim yang ekstrim (curah hujan sangat tinggi) dan serangan organisme pengganggu tanaman yang semakin meningkat. Terdapat banyak sekali produksi tanaman pangan dan hortikulturayag diproduksi warga Sleman diantaranya, padi sawah sebanyak 231.374 ton, padi ladang sebanyak 1.339 ton, beras sebanyak 147.075 ton, jagung sebanyak 38.111 ton, kedelai sebanyak 775 ton, ubi kayu sebanyak 14741 ton, pisang sebanyak 6.276 ton, rambutan sebanyak 16.432 ton, cabe sebanyak 4.053 ton, kacang panjang sebanyak 1.876 ton, dan salak sebanyak 33.340 ton.Lalu pada terdapat banyak produksi perkebunan yang diproduksi di Kabupaten Sleman ini diantaranya, kelapa sebanyak 79.098 kwintal, kopi sebanyak 123 kwintal, tembakau rakyat sebanyak 818,1 kwintal, tembakau virginia sebanyak 8.480,7 kwintal, mendong sebanyak 25.951 kwintal, dan tebu sebanyak 48.171 kwintal. Di tahun 2011, terdapat perkembangan pada ternak diantaranya, sapi potong sebanyak 51.706 ekor, sapi perah sebanyak 3.522 ekor, kerbau sebanyak 707 ekor, domba sebanyak 70.698 ekor, kambing sebanyak 35.732 ekor, ayam buras sebanyak 1.538.058 ekor, ayam petelur sebanyak 1.668.820 ekor, ayam pedaging sebanyak 2.713.870 ekor, itik sebanyak 205.815 ekor, dan burung puyuh sebanyak 916.305 ekor. Dari banyak sekali ternak yang dimiliki oleh warga, terdapat banyak hasil dari produksi ternak diantaranya telur sebanyak 17.647 ton, susu sebanyak 2.756,63 ton, dan daging sebanyak 19.749,19 ton.
Perikanan
Peningkatan jumlah produksi ikan konsumsi pada tahun 2011 sebesar 26,0%, produksi ikan hias meningkat sebesar 4,05%, dan produksi benih ikan meningkat sebesar 6,91%. Peningkatan produktifitas perikanan tersebut dikarenakan adanya peningkatan produktivitas kolam, jumlah kelompok pembudidaya meningkat 7,24% menjadi 415 kelompok, peningkatan produktivitas alat tangkap perairan umum, serta meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan pembudidayaan ikan.
Industri
Banyaknya industri kecil di Kabupaten Sleman pada tahun 2009 mencapai 15.112 perusahaan, terdiri dari 15.012  industri kecil (IK)dan 100 industri besar dan menengah (IBM). Lebih dari setengah industri kecil terdapat di wilayah barat (Kecamatan Moyudan, Minggir, Seyegan, Godean, dan Gamping). Sebaliknya, 8 perusahaan industri besar dan menengah yang berada di wilayah barat, sedang selebihnya berada di wilayah tengah dan timur.Pada tahun 2009, tenaga kerja yang terserap di sektor industri sebanyaknya 63.255 orang. Nilai produksi industri kecil mencapai Rp610,32 miliar dan nilai produksi industri menengah besar mencapai Rp2,219,92 miliar.

Sumber :

http://www.slemankab.go.id/7806/pertanian-perikanan-dan-kehutanan-2.slm

http://ardelialewar.blogspot.com/2015/01/kabupaten-sleman_19.html